[Dream Big] Depok: Silicon Valley di Indonesia

Ya, ini adalah sebuah mimpi. Mimpi besar akan sebuah kota yang memiliki ekosistem yang mendukung setiap individu yang ada di dalamnya untuk bisa berkembang, maju, dan sejahtera. Ekosistem yang mendukung warganya untuk bisa hidup di dalam lingkungan yang nyaman, bersahabat, dan menyenangkan.

Depok sebagai sebuah kota satelit yang berada di selatan Jakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang sebagai sebuah kota yang lebih maju. Maju dalam hal peningkatan ekonomi, peningkatan pendidikan, serta lingkungan yang mendukung untuk membuat warganya merasa betah berada di kota nya sendiri. Continue reading “[Dream Big] Depok: Silicon Valley di Indonesia”

Dunia Maya: Dari Indonesia Berkelana ke Seluruh Dunia

Jadi, sudah berapa lama berkenalan dengan Internet? Sudah berapa banyak website yang dikunjungi, dan sudah dapat apa aja?

Katanya sih sekarang sudah masuk ke era globalisasi, di mana tiap individu/kelompok antar negara saling berkomunikasi dan bergantung satu sama lain. Pertanyaannya, sudah berapa banyak komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain di negara lain? Bisa pake Internet lho!

Berbagilah…

Tulisan ini mungkin bisa jadi lanjutan dari tulisan sebelumnya, berkomunitaslah. Jadi, di sela-sela kesibukan saya mengerjakan skripsi, saya menyempatkan sekitar setengah hari untuk menulis sebuah e-book. Sebenarnya udah dari lamaaa banget pengen bikin tulisan tentang apa yang udah saya jalanin dan pengalaman-pengalaman yang udah saya dapatkan, khususnya segala aktivitas yang asalnya, atau menggunakan, atau lewat dunia maya.

Draft #nulisbuku hari pertama 4 Januari 2012, tapi sampai sekarang menghilang entah kemana progressnya 🙁 Continue reading “Berbagilah…”

Ber-KOMUNITAS-Lah

Hal mendasar yang tidak bisa dipungkiri adalah manusia selain berperan sebagai makhluk individu, juga memiliki andil dalam perannya sebagai makhluk sosial. Bersosialisasi dengan individu lain bagi saya dan pastinya setiap individu adalah sebuah kebutuhan. Yap, masa’ iya sepanjang hari hanya dilewati seorang diri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Salah satu wadah interaksi sosial antar individu dapat terjadi pada sebuah komunitas. Sebuah tempat di mana orang-orang yang memiliki kesamaan passion, interest, hobby, dan kesukaan akan suatu hal tertentu dapat berkumpul dan bersosialisasi.

Bagi saya, bergabung di sebuah komunitas adalah kebutuhan, dan keharusan. Mengapa? Karena akan sangat menyenangkan ketika kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kesamaan kesukaan akan hal tertentu. Dan yang paling penting, background  setiap orang yang ada di komunitas sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh sederhana, komunitas fans Manchaster United bisa berasal dari mahasiswa, konsultan, jurnalis, pegawai bank, atau bahkan pedagang koran. Dari sana kita bisa saling belajar, saling sharing, dan saling berbagi ilmu akan banyak hal, tak lupa yang paling utama dari komunitas adalah Tali Silaturahmi. Continue reading “Ber-KOMUNITAS-Lah”

Terima kasih, Februari!

Febuari…

yang selalu kunanti dan tak ingin kuakhiri,

kali ini kau bertambah masa 1 hari,

sesuatu yang hanya bisa kurasakan dalam kurun waktu empat tahun sekali,

 

terima kasih atas arti yang telah Kau beri,

sungguh, tak ada kata yang mampu menggambarkan masa ini,

pada kata yang bersembunyi di balik makna, akankah kau berkaca pada masa, dan membuatnya menjadi nyata?

Februari…

ketika asa tiada lagi berpeluk pada rasa

ketika sendu terlalu pilu untuk mengadu

ketika harapan bersembunyi di balik kenyataan

 

ini tentang ragu yang tiada pernah berkawan dengan waktu

tentang senja yang tak lagi mampu berkata-kata

tentang bara yang tak sanggup untuk menyala

 

ini tentang rasa yang selalu berdansa

tentang cinta yang nyata

tentang masa yang memainkan nada-nada

 

dan biarkan cinta menemukan jalannya, dalam riuh rendah tawa, dalam decak kagum penuh do’a.

~ 1 Maret 2012

Ketika hujan menyimpan rindu, pada harapan yang tersipu malu
@shandyisme