Habis Kuliah Mau Ngapain?

Hayo? Habis kuliah mau ngapain?

Hmm… sebenernya kata-kata yang dibuat judul tulisan ini tuh tema dari sebuah seminar. Jadi, Jum’at kemarin, tepatnya tanggal 20 Februari 2009, saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan di Pusat Studi Jepang, FIB UI. Tema dari seminar ini ya itu tadi, “Habis Kuliah Mau Ngapain?”

Pak Made Ngurah Bagiana. Ada yang udah tau siapa beliau? Hm.. coba deh suku kata nama pertamanya dibalik. Made >< Edam. Udah tau blom? Pastinya udah kan? Yap, beliau adalah pemilik dari Edam Burger’s. Pak Made ini ga terlalu lama nyampein materi’a, ya kayak yang biasa didengar, singkat, padat, jelas. Yang jadi inti dari pembicaraan beliau adalah bahwa di negara kita ini, sebenarnya tidak ada orang yang menganggur tetapi yang ada hanyalah orang-orang yang malas. Banyak dari masyarakat Indonesia yang hanya tau teorinya saja, tapi tidak mau dan atau tidak bisa mengaplikasikannya. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka pengangguran di tingkat lulusan Sarjana.

Hal yang dipesan dari beliau adalah, ubahlah paradigma dari seorang yang malas menjadi seorang yang kreatif. Jangan jadi orang yang hanya tau saja tapi jadilah orang yang bisa. Beliau sendiri hanyalah seorang lulusan STM, Teknik Pembangunan pula. Jauh banget kan dari teknik ke tata boga? Tapi walaupun hanya seorang lulusan STM, beliau bisa menjadi seorang yang kreatif, beliau memiliki pengetahuan di bidan tata boga, dan beliau kemudian mengaplikasikannya. Dan apa yang saat ini terjadi? Edam Burger ada dimana-mana, beliau sudah memiliki pekerja hingga 3000 pekerja, hal ini berarti beliau telah membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Bayangkan! Hanya seorang lulusan STM, Pembangunan pula! Apa yang membuat beliau bisa? Pada kesempatan kali ini beliau memberikan langkah-langkah atau step by step apa saja hal yang harus dilakukan untuk memulai berbisnis. Langkah-langkah yang beliau berikan yakni,

Tau -> Bisa -> Komitmen -> Fokus

Sederhana kan? Ketika kita tau sesuatu, kita harus coba untuk mengaplikasikannya agar kita bisa, setelah bisa kita harus komitmen untuk terus menekuni bidang tersebut. Hal terakhir ya kita harus fokus, fokus di bidang tersebut terlebih dahulu, jangan lanjut ke mana-mana lagi.

Di sela-sela moderator ngasih kata-kata yang bagus nih, owh iya moderator kali ini tuh Ahmad Bashori motivator JOSS Training (~CMIIW). Ini nih kata-katanya,

Knowledge is NOTHING, but knowledge with implementing is EVERYTHING.

Nah, sekarang lanjut ke pembicara ketiga, beliau adalah Pak Harry Warganegara, beliau adalah seorang Ketua III Bid. Perdagangan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Nah, hal yang sama juga ditekankan nih oleh pembicara ketiga ini, yakni FOKUS.

Dalam membangun suatu usaha, hal yang harus kita lakukan adalah fokus. Dengan fokus kita bisa lebih tau dan mengerti dimana letak kesalahan, apa yang harus diperbaiki, apa yang harus dikembangkan, dll.

Kalau kata beliau nih ya,

Di setiap kita ada jiwa entrepreneur.

Nah, karena setiap kita punya jiwa entrepreneur, maka setiap dari kita tuh punya potensi untuk menjadi seorang yang kreatif, yang bisa membuka lapangan pekerjaan baru, bukan malah menuh-menuhin lapangan perkerjaan yang udah ada.

Nah, HIPMI ini sendiri berencana mencetak 5.000 pengusaha pada kurun waktu 5 tahun mendatang. Bayangin, klo rencana HIPMI ini terlaksana. 5.000 orang pengusaha baru ini membuka lapangan pekerjaan baru, asumsikan setiap lapangan pekerjaan baru bisa mencapai 1000 pekerja, berarti sebanyak 5.000.000 orang pengangguran di Indonesia akan meninggalkan status mereka dari seorang pengangguran. Semoga rencana HIPMI ini bisa terlaksana dengan baik. Amiin.

Nah, sekarang kita lanjutin ke pembicara ketiga, Pak Aries Muftie, Ketua I Iluni UI. Disini Pak Aries memberikan data-data akurat mengenai jumlah pengangguran di Indonesia. Pada tahun 2004, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 10.251.351. Itu pada tahun 2004 lho, gimana dengan sekarang? Dimana angka pengangguran semakin meningkat.

Dari data yang diberikan beliau, pada tahun 2008 sebanyak 626.202 orang pengangguran merupakan orang-orang dengan predikat Sarjana, lulusan dari suatu universitas. Bayangkan! Lebih dari setengah juta lulusan sarjana di Indonesia adalah pengangguran! Disini ‘teori’ dari Pak Made berlaku, mereka para sarjana hanya tau dan tau tanpa bisa mengaplikasikannya.

Owh iya, klo kata Pak Made nih ya,

Orang-orang yang merencanakan untuk kuliah dan mengharapkan gelar sarjana ialah orang-orang yang merencanakan untuk menjadi pengangguran.

Oke, sekarang saya mau jelasin hal lain yang dibicarakan oleh Pak Aries ini di samping pengangguran dll.

Jujur, dari keempat pembicara, saya paling senang dengan materi yang dibawakan oleh beliau. Disini beliau menanamkan jiwa atau mental seorang pebisnis. Menurut beliau, seorang pebisnis sukses adalah seorang pebisnis yang ketika dia menjalankan bisnisnya dia mengikuti sifat Tuhan. Apa maksudnya?

Seorang pebisnis sukses ialah seorang yang mampu untuk menjadi seorang yang bisa memberikan pelayanan terbaik, yang bisa saling mengasihi dan saling menyayangi. Dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa seorang pebisnis sukses haruslah bisa peduli terhadap lingkungannya. Ketika seorang pebisnis hanya memikirkan diri sendiri, hanya ingin memperkaya dirinya sendiri dengan limpahan harta, walaupun secara materi dia suskes, tetapi secara sosial dia bukanlah seorang pebisnis yang suskes. Dia tidak memberikan manfaat apa-apa untuk lingkungannya.

Pa Aries juga disini memberikan ilmu tentang bagaimana kita semestinya mengatur penghasilan kita dari hasil berbisnis. Perhitungannya yakni, 1/3 hasil dari usaha bisnis diberikan untuk Tuhan, tentu dengan cara berzakat dan berinfak shadaqah. Kemudian 1/3 untuk mengembangkan bisnis itu sendiri, dan 1/3 barulah untuk diri sendiri dan keluarga.

Untuk memulai suatu bisnis, Pak Aries menambahkan, ada 4 hal yang harus kita lakukan, yakni Discover, Dream, Design, dan Destiny. Ya, intinya kita harus mengeksplorasi diri kita sendiri dulu, kita cocok di bidang apa, trus kita bayangin deh mau kayak gimana bisnis kita nantinya. Abis itu kita mulai dengan membuat rancangan-rancangan bisnis yang akan kita jalanin. Terakhir ya konsisten dan komitmen untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada singkatan baru yang saya dapat nih dari Pak Aries,

DUIT = Do’a – Usaha – Iman – Tawakal

Hm,. sekian dulu deh ‘laporan’ seminarnya. Sekarang balik ke diri kita masing-masing. Apa yang akan kita lakukan selepas kuliah nanti. Apakah meng-apply untuk menjadi karyawan kantoran, sementara pengangguran semakin bertambah, ataukah membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat memperkerjakan banyak orang dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia? Atau malah mau menambah daftar lulusan sarjana Indonesia yang menjadi pengangguran?

Yap, sekian dulu. Silahkan dipikirkan “Habis Kuliah Mau Ngapain?”.

4 Replies to “Habis Kuliah Mau Ngapain?”

  1. yeee ma sandi mau buka usaha!!!

    1/3 hasil dari usaha bisnis diberikan untuk Tuhan, tentu dengan cara berzakat dan berinfak shadaqah. Kemudian 1/3 untuk mengembangkan bisnis itu sendiri, dan 1/3 barulah untuk diri sendiri dan keluarga. > (Y)

  2. Menyentuh banget kang…. pernah ngalamin seperti itu, bahkan ngga pernah nyampe kelar kuliahnya, keburu sibuk dengan kerjaan. Tapi alhamdulillah sambil kerja sekarang kuliahnya sama mbah google… soalnya ya itu tadi pengen sedikit belajar membalik, dari pekerja pengen punya pekerja, sedikit2 udah dijalananin. Sekarang udah ngga tertarik lagi kuliah :D. Oh iya saya dapet link akang sewaktu beli plugin wpe-indoshipping dari kang Pandu balitechy.com.
    Sekalian izin repost ya Kang… Nuhun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *